telepon-7735

02818903828

logo email

info@smknkejobong.sch.id

Previous slide
Next slide

Untuk mencegah terjadinya kasus perundungan atau bullying di sekolah, SMKN 1 Kejobong menyelenggarakan project anti bullying. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu (1) minggu, yaitu dari tanggal 16 Oktober sampai dengan 20 Oktober 2023. Adapun rangkaian kegiatan project anti bullying yaitu, yang pertama upacara bersama Kapolsek Kejobong sebagai Pembina upacara yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 Oktober 2023.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya POLRI untuk aktif berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Kapolsek Kejobong mengatakan bullying merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan psikologis anak-anak dan remaja. Di wilayah Kabupaten Purbalingga kasus yang melibatkan perempuan dan anak pada tahun 2023 ada 68 kasus. Kasus tersebut antara lain pencabulan terhadap anak, KDRT, perzinahan, kekerasan/penganiayaan, pencurian, perampasan dan membawa senjata tajam.

Rangkaian kegiatan projek anti bullying berikutnya, SMKN 1 Kejobong mendatangkan KPAI untuk memberikan sosialisasi pendampingan dan informasi tindakan penanganan dan pencegahan Bullying di lingkungan sekolah yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober 2023.

Sebagai aksi nyata projek penanganan antibullying, masing-masing kelas membuat satu karya dan tindakan yang orisinal dengan memilih salah satu topik yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Beberapa topik yang dapat dipilih oleh masing-masing kelas, diantaranya drama, puisi, stand up comedy, menyanyi, pantun, tari, poster, dan film.  Pada hari Kamis, 19 Oktober 2023 Pagelaran karya bullying digelar. Masing-masing kelas menampilkan karya yang sudah dibuat untuk ditonton oleh warga sekolah (guru, staf dan siswa dari kelas lain). Tempat untuk gelar karya bullying adalah lapangan SMK Negeri 1 Kejobong.

Puncak acara dari semua rangkaian kegiatan project anti bullying yaitu deklarasi anti bullying yang didampingi oleh Kapolsek Kejobong dengan menerbangkan burung merpati sebagai simbolis. Project yang bertemakan “Cegah Perundungan di Lingkungan Sekolah dan Dunia Maya” ini diikuti oleh seluruh warga SMKN 1 Kejobong dengan mengenakan kaos “anti bullying” yang disablon mandiri oleh masing-masing peserta didik dan bapak ibu guru karyawan sebagai bentuk deklarasi anti bullying SMKN 1 Kejobong.

Dengan pemberian tugas project diharapkan peserta didik mampu mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang perundungan yang terjadi di sekolah, memahami pencegahan terjadinya perundungan yang dapat menyebabkan mental dan emosional seseorang terganggu, mengenal dan menghasilkan karya serta tindakan yang orisinal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *