Lompat ke konten

Sinergi dan Integritas: SMKN 1 Kejobong Gelar ASAT Berbasis Kertas untuk Kelas X dan XI

  • oleh

Kejobong – SMK Negeri 1 Kejobong sukses menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari kerja, dimulai sejak Senin, 18 Mei 2026, dan berakhir pada hari ini, Selasa, 26 Mei 2026.

ASAT kali ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan XI dari lima konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), serta Desain Komunikasi Visual (DKV).

Berbeda dengan beberapa asesmen sebelumnya, teknis pelaksanaan ASAT tahun ini kembali mengoptimalkan penggunaan media berbasis kertas (paper-based test). Langkah ini diambil melalui pertimbangan matang untuk melatih kembali fokus mendalam peserta didik, ketelitian membaca, serta kemampuan analisis secara manual yang terstruktur.

Menjunjung Tinggi Nilai Integritas
Bukan sekadar menguji capaian akademis dan kompetensi keahlian, momentum ASAT ini juga menjadi panggung pembuktian karakter bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Kejobong. Sekolah secara konsisten menanamkan bahwa nilai di atas kertas tidak akan berarti tanpa pondasi kejujuran yang kuat.

Selama ujian berlangsung, suasana ruang kelas tampak tenang dan kondusif. Para siswa fokus mengerjakan lembar soal mereka masing-masing, mencerminkan budaya kerja dan kedisiplinan yang selama ini dikembangkan di lingkungan sekolah.

“Prestasi itu penting, tetapi jujur adalah yang utama. Melalui ujian berbasis kertas ini, kita sedang membentuk calon-calon tenaga kerja dan wirausahawan masa depan yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi,” ungkap Bapak Ria Prabangkara, S.Pd selaku Kepala SMK Negeri 1 Kejobong.

Apresiasi untuk Seluruh Elemen Sekolah
Kesuksesan jalannya ASAT tahun ini tidak lepas dari peran krusial Ruang Panitia sebagai pusat komando kegiatan. Tim panitia memastikan distribusi logistik ujian berbasis kertas—mulai dari penggandaan soal, penataan map mika ruang, hingga pengumpulan lembar jawab—berjalan dengan presisi tinggi demi menjaga sterilitas dokumen ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *